Kamis, 28 Oktober 2010

Cahaya Bulan

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu?

Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher ke mejaku

Kabut tipispun turun pelan-pelan di lembah kasih
Lembah mandala wangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Merasa api menyeret kaki ini menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu?
Ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata " dengar detak jantungku "
Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta

Cahaya bulan menusukku
Dengan ribuan pertanyaan
Yang takkan pernah kutahu dimana jawaban itu

Bagai letusan berapi
Bangunkanku dari mimpi
Sudah waktunya berdiri, mencari jawaban kegelisahan hati

(Puisinya Nicholas Saputra buat saya, haha)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan yang mau ninggalin jejak!